Selasa, 24 September 2019

02.02


Awalannya, saya pilih sepatu gunung cuma berdasarkan bagus atau tidaknya. Hal yang salah, sebab pilih sepatu gunung nyatanya tidak bisa asal-asalan. Jual sepatu safety bisa menjadi solusi untuk kamu.

“Sepatu gunungmu, merk apa?” bertanya seseorang rekan lihat sepatu gunung yang saya gunakan ini.

“Hi-Tech V jika tidak salah, lupa versus persisnya,” jawab saya.

“Enak tidak dipakainya?” bertanya rekan saya .

“Hmm… cukup enak digunakan, tetapi cukup cukup berat, tapi… telah waterproof lho…” jawab saya.

Selintas kutipan perbincangan di antara 2 orang pendaki yang – waktu itu- tidak cukup memahami mengenai sepatu gunung.

Type sepatu gunung benar-benar bermacam. Waktu awal memperdalam hoby mendaki gunung, saya kurang memahami profile dari semasing type sepatu gunung, sampai pada akhirnya saya putuskan untuk pilih sepatu gunung yang kelihatan kuat, tebal, serta anti air, tanpa ada pikirkan dampaknya saat dipakai.

Kenyamanan ialah kunci
Saya menggunakan satu diantara variasi dari merk Hi-Tech. Saya beli sebab waktu itu saya akan mendaki Gunung Rinjani. Sesudah menanyakan pada orang yang lebih pahami, saya pada akhirnya beli sepatu ini dengan fakta kelihatan kuat serta anti air.

Waktu mendaki Gunung Rinjani, sepatu ini cukup nyaman digunakan, bantalan sepatunya cukup nyaman hingga pada saat menginjak tanah serta bebatuan di Rinjani tidak berasa apa-apa.

Tetapi, hal yang tidak gemari dari sepatu ini ialah tali sepatunya seringkali sekali terlepas. Walau sebenarnya saya telah mengikat tali sepatunya cukup kencang dan seringkali sekali saya sisipkan di ikatan tali sepatu, tapi tetap tetap lepas. Sepatu ini cukup berat, hingga kadang membuat perjalanan saya kurang nyaman.

Sisi telapaknya begitu keras, waktu saya mencapai bebatuan, khususnya bebatuan basah, saya seringkali sekali terpeleset.

Penambahan , saya pilih ukuran sepatu yang begitu cocok di kaki.

Waktu menuruni Senaru, rasa-rasanya saya ingin melepas jempol kaki saya karena sangat sakitnya terserang ujung sepatu. Tetapi, bagian waterproof dari sepatu saya ini benar-benar dapat dihandalkan. Waktu badai serta hujan lebat di pendakian Gunung Semeru 2012 yang lalu, kaki saya ialah hanya satu anggota badan saya yang kering.

Sayangnya, waktu sepatu itu saya tempatkan di luar tenda waktu hujan, sisi dalam sepatu saya langsung penuh dengan air. Ya, sepatu type ini tidak membuat air keluar dengan gampang dari dalam sepatu. Akhirnya, saya basah-basahan memakai sepatu yang makin berat ini.

Beberapa hal yang perlu dilihat waktu pilih sepatu gunung
Saya berpikir, sepatu seperti apa sebetulnya yang pas untuk pendakian.

Makin seringkali saya mendaki gunung serta berjumpa dengan pakar-pakar pendakian yang seringkali mendaki dan lebih pakar dalam soal pendakian, saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya.

Nyatanya, ada beberapa hal yang perlu dilihat untuk pilih sepatu gunung yang pas sesuai skema kaki serta medan pendakian antara bermacam jumlahnya type sepatu gunung yang ada.

Beberapa bagian yang perlu dilihat :

• Padding sendi: sisi sepatu yang persis tentang sendi kaki, cukup bermanfaat membuat perlindungan sendi kaki;

• Backstray: membuat perlindungan tendon achiles belakang kaki serta membuat perlindungan jahitan sepatu sisi belakang yang sangat mungkin friksi sebab terserang batuan serta beberapa benda keras yang lain;

• Lidah Sepatu : bermanfaat membuat perlindungan sisi atas kaki;

• Outsole : sisi ini yang akan bersentuhan langsung dengan bagian permukaan bumi yang akan dilewati, manfaatnya ialah memberi traksi di antara kaki serta permukaan tanah, batu dan sebagainya;

• Insole: bersentuhan langsung dengan telapak kaki. Insole yang nyaman akan membuat kaki semakin berasa nyaman untuk menginjak.

• Midsole : terdapat di antara Outsole serta Insole. Berperan jadi peredam di antara kaki dengan permukaan bagian yang akan dilewati;

• Upper : sisi yang membuat perlindungan permukaan kaki terhitung sisi sendi kaki. Spesial untuk sepatu yang waterproof, sisi ini ialah yang membuat sepatu gunung jadi anti air;

• Rubber toe bumper : sisi paling depan dari sepatu, terdapat persis di jemari kaki. Berperan membuat perlindungan serta menahan ujung kaki kita pada efek terserang bentrokan batu, akar serta benda keras lain;

Saya lebih senang beli sepatu gunung di store perlengkapan pendakian dibanding membelinya di online shop.

Pengalaman yang tidak begitu menyenangkan saya temukan waktu pesan sepatu gunung dalam suatu online shop. Photo produknya benar-benar menarik. Tetapi pada akhirnya saya kembalikan sebab ukuran yang tidak sesuai dengan, insole nyatanya tidak begitu nyaman.

Beda bila saya membelinya di store perlengkapan pendaki gunung, saya bisa coba sepuasnya serta pilih yang pas.

Pendapat simpel dari seseorang pendaki gunung
Untuk saya, sepatu gunung yang nyaman ialah pas sesuai kontur kaki serta medan gunung yang benar-benar beragam, dan penuhi kriteria:

1. Nyaman
Saya terhitung orang yang benar-benar cermat dalam pilih barang. Ditambah lagi sepatu gunung. Saat coba sepatu gunung di store perlengkapan pendakian gunung, yang membuat kaki saya nyaman itu yang akan saya pilih, bukan merk atau merek.

2. Besarkan satu ukuran
Kaki saya memiliki ukuran 43. Seperti yang telah saya katakan, ukuran sepatu saya benar-benar cocok, hingga saya sangat terpaksa punya mimpi untuk melepas jempol kaki karena sangat sakitnya terserang ujung sepatu. Karena itu, waktu beli sepatu gunung baru, tetap saya sisakan satu ukuran semakin besar dari ukuran kaki saya. Tentunya supaya kurangi efek sentuhan langsung ujung kaki saya dengan sepatu supaya tidak membuat saya ingin melepas jempol kaki saya .

3. Pilih sepatu yang membuat perlindungan mata kaki
Mendaki gunung atau menuruni gunung membutuhkan gerakan yang dinamis serta kuat. Sendi adalah elemen kaki yang penting untuk mendukung pergerakan kaki yang dinamis serta kuat barusan. Oleh karena itu sendi serta mata kaki membutuhkan perlindungan yang lebih juga untuk meminimalkan luka yang kemungkinan besar berlangsung dibagian itu.

4. Waterproof
Penting membuat perlindungan kaki masih kering waktu pendakian. Waktu basah, cenderung untuk luka jadi lebih besar, lebih untuk perjalanan yang dikerjakan dalam tempo beberapa hari. Kaki yang kering pasti dapat juga kurangi risiko terserang hypotermia.

5. Pilih outsole yang sesuai permukaan trek
Saya benar-benar memerhatikan sisi luar sepatu, khususnya sisi alas. Traksi yang cocok di antara sepatu gunung dengan permukaan bumi, akan membuat kapasitas kaki bertambah mudah.

Seperti yang didapati, medan gunung di Indonesia benar-benar beragam, dari mulai tanah datar, tanah lembek, kerikil, sampai bebatuan besar, keras, serta licin. Outsole sepatu sekarang cukup sudah beragam disaksikan dari kekerasan sol yang digunakan, dari mulai yang soft, sedang, serta keras.

Sol yang soft semakin lebih bagus untuk melewati bebatuan, sebaliknya, sol yang keras akan kurangi traksi dengan permukaan yang berbatu.

Saya condong pilih sol dengan tingkat kekerasan yang sedang, mengingat medan gunung-gunung di Indonesia yang disebut gabungan batuan yang licin, tanah yang lembek, dan lumut. Outsole yang bagus ialah yang terbuat berbahan karet kombinasi serta mempunyai skema tapak bergerigi serta pada tumit ada skema 1/2 bundar hingga bisa ‘menggigit’ tanah.

6. Harus cukup mudah
Seperti yang saya keluhkan awalnya, sepatu yang berat membuat saya ingin membuangnya di jalan pendakian demikian saja. Sepatu gunung yang berat kuras tenaga yang semakin besar untuk dipakai.

7. Bahan Sepatu
Bahan sepatu yang baik, menurut saya, umumnya bisa penuhi kriteria; membuat kaki berasa bertambah nyaman, bisa mengecilkan efek kulit kaki melepuh, bisa menyerap keringat yang keluar kaki, serta bertambah cepat kering.

Pembuat sepatu gunung sekarang lebih pilih memakai bahan sepatu yang memiliki membran tahan air tetapi masih memiliki rongga udara supaya kaki bisa ‘bernapas’, seperti bahan Sympatex atau Gore-Tex.

Type sepatu tetap dibikin dengan tujuannnya semasing. Ada sepatu pantofel, sepatu sneakers, sepatu sport, flat shoes, serta masih beberapa macam sesuai pemakaian.

Satu saat, saya lihat seseorang rekan dengan nekatnya memakai sepatu converse untuk mendaki gunung Ciremai yang medannya cukup berat. Yang berlangsung ialah kaki orang itu melepuh serta terluka di sana-sini.

Saya sendiri sudah pernah memakai sepatu sport yang outsole-nya terbuat berbahan karet serta benar-benar tipis. Sisi upper-nya terbuat dari seperti kain. Walau sepatu ini ditujukan untuk pekerjaan outdoor, saya sadar sudah pilih sepatu yang jelek. Waktu itu saya pakai untuk mendaki gunung Guntur di Garut, Jawa Barat.

Sepatu itu benar-benar mudah serta sesuai kontur kaki saya. Tetapi yang berlangsung setelah itu saya jatuh bergulir sebab kerikil gunung Guntur benar-benar licin serta sepatu saya tidak dapat menginjak permukaann bumi secara baik. Tentunya, tidak hanya sakit serta lecet disana sini, saya jadi bahan tertawaan rekan-rekan sependakian.

Terakhir, saya baru sadar, outsole sepatu saya juga robek serta membuat saya pada akhirnya buang sepatu itu.

Benar-benar, sesudah semua yang saya alami, saya betul-betul merasakan utamanya sepatu gunung waktu pendakian.

0 komentar:

Posting Komentar